Unity Of Us

01 Agustus 2012

Syarat Menikah Dengan Bule ( 2 )

Salam All....
       Banyak pengunjung blog saya googling soal syarat menikah dengan bule atau pengalaman menikah dengan bule atau cerita wanita yang menikah dengan bule. Intinya mereka ingin tahu bagaimana sih kehidupan pernikahan dengan laki-laki dari negri sebrang sana? Dan ada satu hal baru terungkap, ternyata banyak wanita Indonesia yang berniat, berencana atau mencari suami bule. 

Ok, laahh...simak tulisan saya ini :

a.    Syarat Administratif Pernikahan Campuran
Kalau kalian ke KUA dan menanyakan hal ini, maka syarat-syaratnya sama saja dengan pernikahan antar sesama WNI TETAPI ada tambahan dokumen yang harus diberikan ke pihak KUA yaitu surat keterangan dari Kedutaan calon suami kalian yang menerangkan kalau si calon suami tidak ada halangan menikah dengan WNI. Kalau sang calon suami belum pernah menikah, pastinya mudah saja meminta surat keterangan tersebut dari Kedutaannya. Kalau suami sudah bercerai maka ia harus mempersiapkan surat / dokumen cerainya untuk dibawa ke Kedutaannya saat akan meminta Surat Keterangan, dan juga untuk diperlihatkan ke KUA.
Syarat lain yaitu surat keterangan melapor ke kepolisian. Kalau suami tersebut Mualaf atau pernah berganti nama, sertakan juga dokumen-dokumennya. Pada dasarnya inilah syarat-syarat pernikahan campuran. Oya dokumen-dokumen calon suami juga diterjemahkan ke penerjemah tersumpah.
Menikah, lalu KUA pun akan memberikan Buku Nikah. Untuk proses selanjutnya agar pernikahan diterima di Negara Indonesia dan Negara Suami, tanyakanlah prosedur pengakuan pernikahan kalian di Kedutaan terkait karena kemungkinan setiap Negara memiliki aturan berbeda.

b.    Masa Perkenalan
Pastilah kalian akan menjalani proses seperti ini. Perkenalan dan penjajakan awal lewat mail, chatting maupun pembicaraan telepon.  Disinilah kehati-hatian kalian perlu ditingkatkan.  Banyak penipu berkeliaran di dating online atau situs-situs pertemanan lainnya. Untuk lebih jelasnya mengenai bule-bule penipu silakan kunjungi link ini http://www.agustinetutut.blogspot.com
Contoh perkenalan sebelum sampai pada tahap pernikahan :
1.    Miss B terdaftar sebagai member di salah satu situs perjodohan internasional. Akhirnya diapun berkenalan dengan seorang bule berkewarganegaraan Kanada tetapi asal muasalnya berasal dari salah satu negara jazirah Arab. Setelah lama berkomunikasi akhirnya si Canadian pun datang mengunjunginya. Bertemu muka secara langsung dan sudah menemui keluarga Miss B. Lalu si Canadian meminta izin mengunjungi tempat-tempat lain di Indonesia sebagai kunjungan pertamanya di sini. Tetapi karena kecerobohannya, dia tidak tahu kalau agendanya tertinggal di rumah Miss B. Apa yang di dapati Miss B? Nama-nama wanita Indonesia yang siap dikunjungi  oleh si Canadian selanjutnya.
2.    Saya membaca testimoni wanita-wanita Indonesia yang akhirnya bertemu calon jodohnya. Tetapi,,,,mereka dengan bangganya menceritakan kalau mereka menghabiskan waktu bersama-sama di Bali atau objek pariwisata lainnya demi untuk mengenal  satu sama lain lebih jauh lagi. Apakah perkenalan mereka berlanjut ke pernikahan atau tidak setelah hidup bersama? Saya tidak tahu karena saat mereka menuliskan pengalamannya mereka masih dalam tahap “perkenalan”..Ehmm SAY NO FOR THIS !
3.    Miss A berkenalan dengan bule warga Amerika. Asli bule. Perkenalan berjalan lancar lewat chatting. Tetapi lama-lama  kok si bule lebih suka membicarakan hal yang pribadi. Ohh si bule itu ternyata hanya mencari sex via net, bukan mencari calon istri.
4.   Miss E menikah dengan bule yang bekerja di Indonesia dan memiliki tiga anak yang good looking. Mereka hidup bahagia dan dalam landasan Islam. Sang suami menjadi mualaf bukan hanya sekedar di mulut saja, tetapi dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari. Sang istripun tetap menutup auratnya dengan jilbab.
5.    Miss O berkenalan dengan bule dan kelihatannya mereka sudah cocok satu sama lain. Pembicaraanpun sudah kearah pernikahan dan rencana masa depan. Tetapi perkenalan mereka hanya masih sebatas chatting, phone call, atau mail. Tetapi Miss O sudah merasa yakin kalau hubungan mereka akan berlanjut ke arah pernikahan dengan adanya niat kedatangan si bule ke Indonesia. Mulailah Miss O googling mengenai syarat-syarat menikah dengan bule. Tanya ini tanya itu. Tetapi kok lama-lama si bule semakin jarang telepon, mail atau mengajak chatting? Waktu berlalu dan akhirnya si bule menghilang sama sekali, meninggalkan Miss O yang patah hati.
6.    Sahabat pena saya berkenalan dengan laki-laki muslim yang tinggal di Denmark dan sudah menjadi warga Negara tersebut. Mereka sudah cocok satu sama lain tetapi masalahnya sang calon belum memiliki surat cerai resmi dari Negaranya. Dia hanya bercerai secara agama. Hal ini menjadi batu sandungan buat keduanya melangkah ke arah pernikahan karena KUA pasti akan menanyakan surat cerainya sedangkan  data sang pria masih berstatus menikah di Negaranya. Akhirnya keduanyapun terombang-ambing dalam ketidakpastian.
Baca “ Syarat menikah Dengan Bule ( 3 ) “ selanjutnya

2 komentar: